Singaraja, 9 Oktober 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Wayan Sadyana, S.S., M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan studi lapangan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu, Fakultas Dharma Duta, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, ini dilaksanakan di Rumah Adat Mesegali, Desa Adat Pedawa, dan diikuti oleh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Mpu Kuturan. Dalam kegiatan tersebut, Wayan sensei menyampaikan materi mengenai etnosains dalam kearifan lokal masyarakat Pedawa. Beliau juga menjelaskan narasi sains atau pengetahuan yang berkaitan dengan praktik budaya masyarakat setempat, terutama yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, beliau mengelaborasi keterkaitan praktik budaya, tabu budaya, dan ritual adat dengan berbagai konsep pengetahuan, terutama yang berhubungan dengan lingkungan. Beberapa contohnya dapat ditemukan dalam praktik budaya masyarakat Pedawa yang berkaitan dengan konservasi air, pelestarian hutan dan pohon, mitigasi bencana, serta ketahanan pangan. Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami kebudayaan secara lebih luas. Menurutnya, ritual dan praktik budaya tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sesuatu yang bersifat klenik. Sebab, di dalamnya terdapat konsep ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Meskipun demikian, memperkenalkan keterkaitan antara budaya dan sains bukan tanpa tantangan. Beliau menyampaikan bahwa pemikiran tersebut membutuhkan pendalaman dan keseriusan untuk dapat dibuktikan. Sebagai contoh, penggunaan tumbuh-tumbuhan dan air sebagai sarana ritual adat dapat dikaji kaitannya dengan kondisi keseimbangan ekosistem di lingkungan masyarakat adat.
Wayan sensei berharap mahasiswa dan generasi muda dapat kembali mengenal daerah dan adatnya masing-masing. Menurutnya, kearifan lokal merupakan suatu rumusan ilmu yang dapat memberikan sumbangan bagi peradaban. Oleh sebab itu, generasi muda perlu mengenal dan memahami kearifan lokal budayanya agar tidak semakin ditinggalkan.
Keterlibatan dosen PBJ FBS Undiksha dalam studi lapangan ini menunjukkan komitmen program studi dalam membangun kolaborasi akademik interdisipliner. Melalui pemaparan konsep etnosains, dosen turut berkontribusi dalam memperluas cakrawala berpikir mahasiswa lintas perguruan tinggi, sekaligus mengedukasi generasi muda agar mampu mendokumentasikan dan membedah kearifan lokal Bali menggunakan sudut pandang ilmiah yang rasional serta relevan bagi peradaban.

Gambar 1

Gambar 2





