Singaraja, 15 Oktober 2026 — I Wayan Sadyana, S.S., M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), menjadi narasumber dalam kegiatan “Penguatan Tata Kelola Pasraman di Desa Adat” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali.
Kegiatan yang diinisiasi bersama Majelis Desa Adat di Bali ini bertujuan mengembangkan pendidikan adat melalui penyusunan kurikulum yang berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Wayan sensei yang juga merupakan Ketua Sekolah Adat Manik Empul Desa Adat Pedawa membagikan pengalamannya dalam mengelola sekolah adat sebagai inspirasi bagi para kelian adat di Bali.
Beliau menjelaskan bahwa pendidikan adat tidak harus berlangsung di ruang kelas formal. Lingkungan desa, seperti pura, sumber air, dan hutan, dapat menjadi ruang belajar, sedangkan masyarakat dan para tetua adat berperan sebagai sumber pengetahuan. Namun, pengembangan konsep ini masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengubah pandangan masyarakat tentang sekolah serta mendorong desa untuk mengenali potensi pengetahuannya sendiri.
Selain itu, sekolah adat diharapkan menjadi ruang pertemuan antara generasi dulu dan sekarang untuk berbagi pengetahuan serta menjaga keberlanjutan tradisi. Melalui interaksi tersebut, kearifan lokal dapat diwariskan sekaligus dipahami oleh generasi muda sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurut Wayan sensei salah satu tujuan penting pendidikan adat adalah menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap adat istiadat dan desa mereka. Dengan demikian, desa tidak hanya dipandang sebagai tempat pelaksanaan ritual adat, tetapi juga sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Partisipasi dosen PBJ FBS Undiksha sebagai narasumber kegiatan ini mempertegas peran akademisi dalam memberi dampak langsung bagi masyarakat. Kontribusi pemikiran dan pengalaman ini menjadi langkah nyata PBJ FBS Undiksha dalam mendukung pelestarian kearifan lokal serta transformasi pasraman dan sekolah adat di Bali agar tetap relevan mengikuti perkembangan zaman.






