Singaraja, 16 September 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Wayan Sadyana, S.S., M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan pembekalan bagi mahasiswa Universitas Waseda, Jepang, yang akan melaksanakan studi lapangan di Bali. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Jaringan Ekowisata Desa (JED) ini dilaksanakan dengan sistem dua arah, yaitu pembekalan awal melalui webinar yang dilakukan secara daring dan dilanjutkan dengan kegiatan kolaborasi secara langsung di Desa Pedawa bersama sejumlah komunitas.
Pada tahap pembekalan awal, Wayan sensei memberikan gambaran mengenai masyarakat adat Tamblingan dan Desa Pedawa, termasuk bagaimana mahasiswa sebaiknya bersikap selama berada di lapangan serta hal-hal yang dapat mereka pelajari. Pembekalan tersebut juga membahas berbagai tema antropologi yang dapat dikembangkan menjadi proposal maupun tulisan akademik di masa mendatang. Khusus mengenai Desa Pedawa, beliau menjelaskan bahwa desa tersebut merupakan salah satu desa Bali Aga yang masih eksis hingga saat ini.
Setelah pembekalan awal, mahasiswa Waseda melaksanakan kolaborasi di Desa Pedawa. Pembelajaran secara langsung ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa. Di Desa Pedawa, mereka dapat melihat pelaksanaan upacara keagamaan yang tidak hanya berkaitan dengan pemujaan kepada Tuhan, tetapi juga memiliki hubungan dengan leluhur dan alam. Mereka juga dapat melihat bagaimana masyarakat adat tetap menerima keberadaan orang lain tanpa meninggalkan budaya dan adat yang dimiliki.
Perbedaan latar belakang budaya menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan tersebut. Istilah yang berkaitan dengan budaya, spiritualitas, maupun mata pencaharian di Pedawa terkadang sulit diterjemahkan, bahkan dari bahasa Bali ke bahasa Indonesia. Karena itu, diperlukan metode asosiasi dan perbandingan, misalnya dengan menghubungkan suatu konsep dengan hal yang terdapat dalam kehidupan dan kebudayaan Jepang.
Kegiatan kolaboratif ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa Waseda, tetapi juga bagi masyarakat Pedawa, khususnya anak-anak. Interaksi dengan mahasiswa Jepang dapat menumbuhkan pemahaman lintas budaya, seperti kemampuan menerima perbedaan dan memahami orang dengan latar belakang budaya yang berbeda. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk kehidupan kolaborasi dan dunia kerja di masa mendatang.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan di lapangan melibatkan sejumlah komunitas, diantaranya Pondok Literasi Sabih dan Kayoman Pedawa. Respons mahasiswa terhadap kegiatan tersebut juga cukup positif. Beberapa mahasiswa menyampaikan keinginan untuk kembali ke Bali, memperoleh pengetahuan baru, hingga mendapatkan ide atau tema yang dapat dikembangkan menjadi tulisan akademik maupun tesis di masa mendatang.
Keterlibatan dosen PBJ FBS Undiksha dalam pembekalan studi lapangan ini menegaskan peran strategis program studi sebagai jembatan komunikasi dan pertukaran budaya tingkat internasional. Melalui pemahaman mendalam tentang kebudayaan lokal Bali dan Bahasa Jepang, PBJ FBS Undiksha berhasil memfasilitasi transfer pengetahuan yang inklusif, sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya antara mahasiswa Waseda dan masyarakat lokal demi terciptanya kolaborasi global yang berkelanjutan.







