Singaraja, 4 Mei 2026 – Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), sukses menyelenggarakan kuliah dosen praktisi pada hari Senin tanggal 4 Mei 2026 bertempat di Common Room. Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional, Mr. Masahiro Nagashima, CEO Nagamasa Co., Ltd., dengan mengusung tema “Work Culture in Indonesia and Japan and Career Readiness Development.”
Peserta kuliah dosen praktisi adalah mahasiswa semester 4 PBJ. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Utama PT. Masa Jaya Pasifik, I Wayan Eka Saputra, Direktur Operasional PT. Masa Jaya Pasifik, I Wayan Aristana, Staff Nagamasa Co., Ltd., Putu Arya Prananda, Sekretaris Jurusan Bahasa Asing , A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd., Koorprodi PBJ, Kadek Eva Krishna Adnyani, S.S., M.Si., serta perwakilan dosen PBJ, yaitu I Kadek Antartika, S.S., M.Hum., Ni Nengah Suartini, S.S., M.A., Ph.D., dan Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti, S.S., M.Si.
Dalam pemaparannya, Mr. Nagashima menjelaskan berbagai perbedaan lingkungan kerja antara Indonesia dan Jepang yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya masing-masing. Perbedaan tersebut mencakup cara pandang terhadap waktu, agama, hubungan antar manusia, hingga strategi dalam membangun karier.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah perbedaan persepsi terhadap waktu. Di Indonesia dikenal istilah “jam karet” yang mencerminkan fleksibilitas waktu. Sebaliknya, di Jepang ketepatan waktu merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi. Masyarakat Jepang bahkan terbiasa datang sekitar 10 menit lebih awal sebagai bentuk kesiapan, menghindari keterlambatan, serta membangun komunikasi sebelum pekerjaan dimulai.
Dengan adanya kuliah dosen praktisi ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami perbedaan budaya kerja, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di masa depan.








