Surabaya, 14 September 2026 — Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Dr. Kadek Eva Krishna Adnyani, S.S., M.Si., yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Konsorsium Program Studi Jepang Indonesia (KPSJI), menjadi salah satu narasumber dalam International Seminar 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.
Seminar bertema “Japanese Studies in the Changing World” dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026 di Ruang Majapahit, Lantai 5 Gedung ASEEC, Kampus B Universitas Airlangga. Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Airlangga, Nunuk Endah Srimulyani, S.S., M.A., Ph.D., dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Syahrur Marta Dwisusilo, S.S., M.A., Ph.D.
Seminar ini juga menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi yang memiliki perhatian terhadap perkembangan Japanese Studies, antara lain Dr. Takonai Susumu dari Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Mr. Seki Tomoya selaku Assistant Director of The Japan Foundation Jakarta, Prof. Dr. Djodjok Soepardjo, M.Litt. selaku Ketua Asosiasi ASPBJI, Julian Aldrin Pasha, M.A., Ph.D. selaku Ketua ASJI, serta Dr. Natsuko Shibata Perera dari SOAS University of London sekaligus Chair of BATJ.
Dr. Kadek Eva Krishna Adnyani, S.S., M.Si., menyampaikan materi berjudul “The Role of the Consortium in Improving the Quality of Japanese Studies Programs in Indonesia”. Dalam paparannya, ia membahas peran KPSJI sebagai wadah kolaborasi yang saat ini menghimpun 50 program studi Jepang di Indonesia, khususnya dalam penguatan mutu, pengembangan kurikulum, OBE, akreditasi, serta pembelajaran dan kolaborasi antarinstitusi.
Partisipasi Koorprodi PBJ dalam forum tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kontribusi akademiknya sebagai Ketua Umum KPSJI, tetapi juga memperkuat kiprah PBJ FBS Undiksha dalam membangun jejaring dan kolaborasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi ruang bagi FBS Undiksha untuk turut mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan dan Japanese Studies yang adaptif terhadap perubahan zaman.










